Ph kmfm...sketsa cerita saja
Sangat mudah bagi orang untuk berangan-angan
Tapi, tidak semua angan yang terlintas dalam hati dapat diungkapkan lewat kata-kata
Dan sesungguhnya banyak orang yang mampu berkat-kata
Tetapi sedikit yang mampu menerjemahkannya lewat suatu amal
Mencoba...sebenrnya tulisan ni tuk lebih bisa menhadirkan hati sang penulis agar ’atifah ini muncul disela pikir yang tak pernah henti ataupun disela amal yang moga takan pernah ada ujungnya hingga tamu agung menjempu........
Ujilah diri dalam beramal dengan amal yang tidak disukai oleh jiwa dan yang terasa berat olehnya( ungkap seorang ukhty saat memberiku nasehat)..... tertohok tapi memang benar....ehm ya mungkin contoh saat seperti syuro ni, kadang terasa berat untuk melewatkan hanya beberapa jam saja demi perjuangan selangkah berkontribusi untuk umat...katakanlah( benerkah.ini...???)untuk kmfmkah?untuk departemenkah?untuk sekedar amanh kita atau ada yang lain?ya semoga hanya karena islam dan untuk Allah....
Entah bada sholat sholat isya tadi ...tercipta ide tuk nulis...ga tahu apa yang ingin disampaikan...tapi sejenak memory saya mengingat teman teman ph kmfm ...ada jun si calm, sikats, rika dan kartini yang selalu bikin syuro ph ni rame dan hidup...atau ada mba ratih, p ipnu, p isnan dan mba iis yang semunya cool, calm dan confident atau mba juwi yang lama betul kagak dengar tagihan infak syuro phnya ni...keman aja ni bu?...ya sudahlah
Memang kita dikmfm bukan hanya ada kita ...masih ada ratusan amanha kader yang lain....masih ada ratusan atau bahkan ribuan masyarakat mipa yang menunggu sentuhan rohani, sentuhan yang dapat menggetarkan hati mereka ketika mendengar nama Allah disebut atau syiar Islam yang coba kita haturkan dan masih banyk yang lain. Teringat tadi sore ada nomer 085274420816 (ada yang th ni no sapa y?) sms ke hp saya...bunyinya ”kapan itu(kemenangan) terjadi? itu bukan tugas kami untuk kami menjawab. Allah tidak pernah membebani kami tuk itu. Yang Allah bebankan kepada kami adalah beramal untuk agamaislam, membela syariatnya dan mencurahkan segala kemampuan untuk itu. Mengenai hasil, maka hanya qita serahkan kepadanya (AbuMuzabAl Zarqowi) istiqomah....bersabar dan bersyukurlah selalu”....siapkah saya?ya siapkah saya....?? ya ishalahun nafs tu adalah awalan dari tegaknay dinn ini, jika islam ingin tegak maka tegakanlah islam dulu dihatimu...sudahkah??maka islam akan tegak dimuka bumi ini
Dalam imajinasi....Saya merasa ketika misal ya.... ada program telivisi dari MQ entertaint, disitu ada sesi infotainment judulnya ”kupas tuntas kmfm ugm” dan para ph jadi narasumbernya, setelah itu ada banyak pemirsa atau penonton diruangan dan kita dishooting...ditambah lagi ada layanan konsultasi ”curhat kmfm”....wah saya ga bayangin deh kita gimana ” udah grogi, skill public speking normal aj, ditambah lagi yang lain.....apalagi saya di BSO pu MII, pasti akan banyak serangan ya....ehm....jawaban apa yang harus disiapkan ya?Entahlah.....apalagi besok kalo yang nanya para malaikat....subhanAllah kagak mengenal jawaban ”afwan” deh....semua harus jujur...Apalgi saat kita harus jawab layanan ”curhat call kmfm”...ampe ada yang nangis nangis, kita ga sadar kalo ternyata yang ditangisi tu kita ....kita g sadar kalo yang telp tu staff kita...karena saking kita ga kenalnya...hanya sekedar tahu nama doang...ironis...
Sesungguhnya jembatan antar manusia adalah cinta dan kasih sayang...ekstrim memang....tapi ni cinta karena Allah yang membuat kita dekat dibarisan dakwah ni...Dalam cinta akan temukan rasa saling memhami, saling pengertian, jika tak bisa menemukan cara untuk memberikan kasih kepada banyak orang....tapi minimal menemukan cara untuk mengingatnya dan melakukan yang terbaik. Sesungguhnya yang kita butuhkan hanyalah sedikit sentuhan bahwa sebnrnya kita satu dan punya keinginan yang sama yaitu tuk ”kenal dan mengenali” dan cinta dan mencintai karena Allah....taaruf menuju tafahum.... ni intropeksi saya yang belum bisa mengenal kader akhwat kmfm semunya...ampe saya begitu sering salah sebut dalam memanggil namanya...afwan de) ni sepele memang ....tapi entahlah ni cukup mengaganjal untuk tahapan pola pendekatan kader menuju isti’ab.....apakah para ph lain juga merasakn pola kedekatan personal secara kultural masih kurang...sehingga banyak staff yang lari kemana mana...dan ga betah???
ya Rabbi....ampunilah kami dengan segala keterbatasan yang kami miliki. Kenyataan bahwa memang terkadang suatu dipandang baik, buruk, pantas tidak, atau mampu tidak hanya sebatas penampakanya saja..Kadang kita yang menciptakan dalam pikiran kita sendiri....pikiran sendirilah yang terkadang mencuri keyakinan dan kepercayaan yang telah Allah berikan kepada kita ataupun oarang lain....
Untuk jiwa jiwa yang menggelora semangat jihadnya karena Allah
Bercermin pada layang layang yang seringkai kita jumpai.... layang layang dimainkan dengan kepala tegak dan bukan merunduk...layang layang adalah tanda agar kita selalu pecaya bahwa optimisme dimulai dengan harapan...layang layang adalah pengingat kita bahwa semangat baru akan hadir bagi mereka yang berpikir positif...
Ya hanya bisa berkata terbangkanlah setinggi tingginya layang layang itu.....gapailah rahmat Allah diatas sana, tegakan kepalamu, pandanglah langit dengan sempurna...percayalah akan selalu ada harapan dari Allah......
Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya( q.s Insyiqoq ayat 6)
Ayat ni menegaskan kerjakanlah dengan sungguh sungguh....ya apakah saya telah sungguh2?banyak....yang terlalaikan, terlewatkan...dan akhirnya terlupakan dari kerja kerja yang harusnya bisa dilakukan....
Baiklah saya akan menuruti nasehat Ustd Salim...dalam bukunya ” jalan cinta para pejuang” kadang kita lemah karena kita salah memposisikan jiwa kita..mungkin ni benar...kadang bgtu banyak .............afwan bersambung
searching katalis diri untuk ciptakan momentum akselerasi perubahan diri menuju perbaikan semakin mencintai Allah dan dicintai Allah ....amin ...inssyAllah
Senin, 01 Desember 2008
Minggu, 16 November 2008
diskusi "olah otaku"
ya, tepat jam 1 lebih menunggu sms kepastian teman tuk jadi ketemuan dihari ahad yang mendung.Sempat tertidur, tapi terbangun dgr sms dari hp, akhirnya segera ku beranjak ketempat janjian kita ketemu...ya maskam.
ehm..diskusi dengan seorang yang diluar dugaan, tanpa persiapan, keniatan hanya sekedar silaturhmi saja awalnya. Tapi ternyata subhanallah...
dia memulai dengan" afwan langsung to the point aja ya"( walopun dia tu muter muter banget dan sungguh otak ni terpenjarakan dengan pemikiran yang beliau sampekan)filsuf,ustadah, wuh....awalnya sempet berpikir serem sekali ni orang, aku hanya terdiam hampir 30 menit mendengarkan celotehan dari bibir lincahnya,pandangan mataku terus tertuju ke beliau.
Sebuah diskusi yang asah otak, imajinasi, fakta, dan kelincahan berargumen. Ya dari sosok seorang akhwat yang mengaku ipk 2,0 dan tarbiyah 1, 5 tahun. Dia membawaku untuk berpikir mulai dari pemikiran Socrates, Al Farabi, Muh Jaelani,Ibnu sina, Avicena,ampe ke buku keakhwatan 1 karya Syaid Hawaa hal 135. Uhhh tercengang ku dibuatnya, dia berargumen dengan ungkap semua buku yang kadang hanya kutahu judulnya saja. Ehm....susah bener ku harus mengkutinya, ya coba kupatahkan sebentar...ku tarik simpul tali dari apa yang beliau sampaikan.Yup Akhirnya kena juga, ups...tiba tiba adzan ashar terdengar, sejenak kita sholat ashar dulu.
Diskusi dilanjtkan dilantai 2 maskam, uhh...makin panas, tapi kayknya kali ni lisanku dah cukup mumpuni untuk bicara. Ya kata kata yang berulang kali beliau ucap "CES" dan ghozwl fikr. Ya coba kurangkaikan dengan " fremansonry" dan zionisme.Ehm...ampe 2 jam kita diskusi ga kerasa, sembari menunggu hujan terang. Conclusion akhir, ucap beliau yang udah diskusi ama pa kindy( ketua MITI)dll ternyata hanya ingin tahu substansi dan esensi dari ranah ilmi dengan adanya JRMN. uhh...tapi pemikiranya subhanlah..."ingin menjadi seorang profesor gondrong berhati ulama"
tegasnya orang pintar mengikuti orang kreatif, orang kretif mengikuti orang bervisi, orang bervisi mengikuti orang bervisi besar. Ya baiklah....mungkin tu sangat tepat untukmu ukhty...islam dan peradabanya , indonesia dengan negarannya butuh orang seperti anti
jazakillah telah membuka cakrawala pemikiran dan pengethauan
baru kali ni diskusi yang ampe buatku ga tidur semaleman, maa dikasih pr harus dikumpulkan segera lagi...
ehm..diskusi dengan seorang yang diluar dugaan, tanpa persiapan, keniatan hanya sekedar silaturhmi saja awalnya. Tapi ternyata subhanallah...
dia memulai dengan" afwan langsung to the point aja ya"( walopun dia tu muter muter banget dan sungguh otak ni terpenjarakan dengan pemikiran yang beliau sampekan)filsuf,ustadah, wuh....awalnya sempet berpikir serem sekali ni orang, aku hanya terdiam hampir 30 menit mendengarkan celotehan dari bibir lincahnya,pandangan mataku terus tertuju ke beliau.
Sebuah diskusi yang asah otak, imajinasi, fakta, dan kelincahan berargumen. Ya dari sosok seorang akhwat yang mengaku ipk 2,0 dan tarbiyah 1, 5 tahun. Dia membawaku untuk berpikir mulai dari pemikiran Socrates, Al Farabi, Muh Jaelani,Ibnu sina, Avicena,ampe ke buku keakhwatan 1 karya Syaid Hawaa hal 135. Uhhh tercengang ku dibuatnya, dia berargumen dengan ungkap semua buku yang kadang hanya kutahu judulnya saja. Ehm....susah bener ku harus mengkutinya, ya coba kupatahkan sebentar...ku tarik simpul tali dari apa yang beliau sampaikan.Yup Akhirnya kena juga, ups...tiba tiba adzan ashar terdengar, sejenak kita sholat ashar dulu.
Diskusi dilanjtkan dilantai 2 maskam, uhh...makin panas, tapi kayknya kali ni lisanku dah cukup mumpuni untuk bicara. Ya kata kata yang berulang kali beliau ucap "CES" dan ghozwl fikr. Ya coba kurangkaikan dengan " fremansonry" dan zionisme.Ehm...ampe 2 jam kita diskusi ga kerasa, sembari menunggu hujan terang. Conclusion akhir, ucap beliau yang udah diskusi ama pa kindy( ketua MITI)dll ternyata hanya ingin tahu substansi dan esensi dari ranah ilmi dengan adanya JRMN. uhh...tapi pemikiranya subhanlah..."ingin menjadi seorang profesor gondrong berhati ulama"
tegasnya orang pintar mengikuti orang kreatif, orang kretif mengikuti orang bervisi, orang bervisi mengikuti orang bervisi besar. Ya baiklah....mungkin tu sangat tepat untukmu ukhty...islam dan peradabanya , indonesia dengan negarannya butuh orang seperti anti
jazakillah telah membuka cakrawala pemikiran dan pengethauan
baru kali ni diskusi yang ampe buatku ga tidur semaleman, maa dikasih pr harus dikumpulkan segera lagi...
Sabtu, 15 November 2008
masalah?sapa takut
ucapku ...
melist masalah ...ya rasanya lama lama masalah itu akan terselesaikan satu persatu...
subhanallah....dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
benang kusut mulai terurai...perlahan...ya perlahan
karena hidup adalah perjuangan untuk menyelesaikan masalah
karea hidup adalah meniti jalan keasalnya
melist masalah ...ya rasanya lama lama masalah itu akan terselesaikan satu persatu...
subhanallah....dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
benang kusut mulai terurai...perlahan...ya perlahan
karena hidup adalah perjuangan untuk menyelesaikan masalah
karea hidup adalah meniti jalan keasalnya
Sabtu, 08 November 2008
bersegera dalam kebaikan
Kesigapan melakukan kebaikan harus didukung dengan kesungguhan yang dalam. Imam An Nawawi mengatakan: bil jiddi min ghairi taraddud . Kalimat ini menunjukkan bahwa tidak mungkin kebaikan dicapai oleh seseorang yang setengah hati dalam mengerjakannya. Rasulullah saw. bersabda: baadiruu fil a’maali fitanan ka qitha’il lailill mudzlim, yushbihur rajulu mu’minan wa yumsii kaafiran, ,wa yumsii mu’minan wa yushbihu kaafiran, yabi’u diinahu bi ‘aradhin minad dunyaa (HR. Muslim). Dalam hadits ini Rasulullah saw. mendorong agar segera beramal sebelum datangnya fitnah, di mana ketika fitnah itu tiba, seseorang tidak akan pernah bisa berbuat baik. Sebab boleh jadi pada saat itu seseorang dipagi harinya masih beriman, tetapi pada sore harinya tiba-tiba menjadi kafir. Atau sebaliknya pada sore harinya masih beriman tetapi pada pagi harinya tiba-tiba menjadi kafir. Agama pada hari itu benar-benar tidak ada harganya, mereka menjual agama hanya dengan sepeser dunia.
Uqbah bin Harits ra. pernah suatu hari bercerita: “Aku shalat Ashar di Madinah di belakang Rasulullah saw. kok tiba-tiba selesai shalat Rasulullah segera keluar melangkahi barisan shaf para sahabat dan menuju kamar salah seorang istrinya. Para sahabat kaget melihat tergesa-gesanya Rasulullah. Lalu Rasulullah keluar, dan kaget ketika melihat para sahabatnya memandangnya penuh keheranan. Rasulullah saw. lalu bersabda: Aku teringat ada sekeping emas dalam kamar, dan aku tidak suka kalau emas tersebut masih bersamaku. Maka aku segera perintahkan untuk dibagikan kepada yang berhak (HR. Bukhari).Dalam perang Uhud, kesigapan untuk berbuat baik kesigapan untuk berbuat baik seperti yang dicontohkan Rasulullah barusan, nampak sekali di tengah sahabat-sahabatnya. Jabir bin Abdillah meriwayatkan bahwa pernah salah seorang bertanya kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasul, apa yang akan aku dapatkan jika aku terbunuh dalam peperangan ini? Rasulullah menjawab: Kau pasti dapat surga. Seketika orang tersebut melepaskan kurma yang masih di tangannya, lalu berangkat ke tengah medan tempur dengan tanpa ragu, lalu ia berperang sampai terbunuh. (HR. Bukhari-Muslim). Subhanallah, sebuah kenyataan dalam sejarah, di mana umat Islam harus memiliki kwalitas seperti ini. Wallahu a’lam bishshawab.
Uqbah bin Harits ra. pernah suatu hari bercerita: “Aku shalat Ashar di Madinah di belakang Rasulullah saw. kok tiba-tiba selesai shalat Rasulullah segera keluar melangkahi barisan shaf para sahabat dan menuju kamar salah seorang istrinya. Para sahabat kaget melihat tergesa-gesanya Rasulullah. Lalu Rasulullah keluar, dan kaget ketika melihat para sahabatnya memandangnya penuh keheranan. Rasulullah saw. lalu bersabda: Aku teringat ada sekeping emas dalam kamar, dan aku tidak suka kalau emas tersebut masih bersamaku. Maka aku segera perintahkan untuk dibagikan kepada yang berhak (HR. Bukhari).Dalam perang Uhud, kesigapan untuk berbuat baik kesigapan untuk berbuat baik seperti yang dicontohkan Rasulullah barusan, nampak sekali di tengah sahabat-sahabatnya. Jabir bin Abdillah meriwayatkan bahwa pernah salah seorang bertanya kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasul, apa yang akan aku dapatkan jika aku terbunuh dalam peperangan ini? Rasulullah menjawab: Kau pasti dapat surga. Seketika orang tersebut melepaskan kurma yang masih di tangannya, lalu berangkat ke tengah medan tempur dengan tanpa ragu, lalu ia berperang sampai terbunuh. (HR. Bukhari-Muslim). Subhanallah, sebuah kenyataan dalam sejarah, di mana umat Islam harus memiliki kwalitas seperti ini. Wallahu a’lam bishshawab.
deadline my life
Tersiksa...terkadang cukup berat tuk menerima ni, mungkin tiap orang bermetamorfase selalu tuk mengejar deadline kehidupanya(entah planning harian, planing mingguan atau bulanan atau mungkin juga tahunan)..tapi ku tidak...entah....everytime , everyday....selalu sarat akan makna.Terlalu sakit jika hari yang kulalui tidak sesui planning...di malam harinya sudah cape cape berpikir panjang dan matang tuk merancang dan menyusun daftar “ must to do”....tapi saat siangnya..ehh......waktu yang dimiliki tak bisa kukendalikan, bahkan terkadang kita yang dikendalikan oleh aktivitas kita(entah itu aktivitas mendadak, waktu jadwal kegiatan yang molor alias ngaret, alasan teknis, atau mungkin kesiasiaan kita menunggu sesuatu)...ehm...sungguh seakan aku membunuh waktu itu sendiri yang berarti aku membunuh kehidupan ni.
Teringat saudara dikos yang sellau membuat jadwal waktu harian tiap jam...keren memang dilihatnya...tapi aplikasinya?...saya ga suka ni
Entah yang saya pikirkan selalu tiap saat, tiap waktu adalah amal yang terbaik apapun itu,everytime, everywhere..must do the best and...we must get it..
gagal, ga sesuai planning, dedline molor, beda orientasi...atau apalah...biarkan itu terjadi...tu adalah dinamisasi kehidupan.
Ketika ku ditanya..apa planning kedepan..aku menggerutu..menjawab ...aku hanya berkata waktuku yang kumiliki adalah yang terbaik tuk tiap saatnya....ehm biarkan.
Saat usia bertambah, mungkin terdorong untuk mengubah sesuatu, mewujudkan impian, mengubah keliru jadi benar, mewujudkan yang belum ada menjadi ada, meluruskan yang bengkok jadi tegak.Dan setiap kali dorongan tu muncul, ingatlah sesuatu bahwa ketika kita berkehendak menginginkan sesuatu, maka Allahpun berkehendak pula dan pasti yang terjadi adalah kehendak Allah pula
Berjuang adalah sebuah impian, yang ingin diwujudkan adalah kebaikan diri, dan bila engkau belum dapat mewujudkanya , maka tak perlu berkecil hati, coba lagi,coba lagi, sampe akhir hidupmu!walaupun sampe akhir hidup, impian belum bisa diraih, tak mengapa,engkau sudah melakukan tugas dengan baik....misi telah selesai
Tak perlu bersedih dan bebani diri, dengan mengeluh dan menyalahkan hati atas ketidakberdaya diri..untuk meraih mimpi itu
YA, KARENA Allah MENCIPTKAN KITA BUKAN UNTUK BERHASIL , NAMUN UNTUK SETIA............dan ................IKHTIAR
So................... dedline my life memang butuh, tapi pekerjaan selesai, beres, berhasil bukanlah sebuah parameter, tapi bagaimna kita setia pada waktu yang ada dengan ikhtiar dengan sungguh-sungguh.
NB: laporan pkl blm beres, ngelab blm msk2, majalh blm kelar, lmbaga msh kacau dah mau suksesi lgi, syuro sering insidental, bimo makin aneh juga..., lm betul g dtg kajian, rindu ama kuliah, hfln blm tmbh, zahro makin error...iis mau pergi, pgn plg rmh tpi mmmales naek bis, eeehm....dedlne mandiri finansiall blm ,sidino lg rewel,bnern sepeda blm jd2, privat les anaknya pada blm telp lg jga ni, pj web kgk prnh nlis,deadln ikut lmba nulisannual competion gagal lg.......eetc....
deadln yg blm kelar2 juga..ni
Teringat saudara dikos yang sellau membuat jadwal waktu harian tiap jam...keren memang dilihatnya...tapi aplikasinya?...saya ga suka ni
Entah yang saya pikirkan selalu tiap saat, tiap waktu adalah amal yang terbaik apapun itu,everytime, everywhere..must do the best and...we must get it..
gagal, ga sesuai planning, dedline molor, beda orientasi...atau apalah...biarkan itu terjadi...tu adalah dinamisasi kehidupan.
Ketika ku ditanya..apa planning kedepan..aku menggerutu..menjawab ...aku hanya berkata waktuku yang kumiliki adalah yang terbaik tuk tiap saatnya....ehm biarkan.
Saat usia bertambah, mungkin terdorong untuk mengubah sesuatu, mewujudkan impian, mengubah keliru jadi benar, mewujudkan yang belum ada menjadi ada, meluruskan yang bengkok jadi tegak.Dan setiap kali dorongan tu muncul, ingatlah sesuatu bahwa ketika kita berkehendak menginginkan sesuatu, maka Allahpun berkehendak pula dan pasti yang terjadi adalah kehendak Allah pula
Berjuang adalah sebuah impian, yang ingin diwujudkan adalah kebaikan diri, dan bila engkau belum dapat mewujudkanya , maka tak perlu berkecil hati, coba lagi,coba lagi, sampe akhir hidupmu!walaupun sampe akhir hidup, impian belum bisa diraih, tak mengapa,engkau sudah melakukan tugas dengan baik....misi telah selesai
Tak perlu bersedih dan bebani diri, dengan mengeluh dan menyalahkan hati atas ketidakberdaya diri..untuk meraih mimpi itu
YA, KARENA Allah MENCIPTKAN KITA BUKAN UNTUK BERHASIL , NAMUN UNTUK SETIA............dan ................IKHTIAR
So................... dedline my life memang butuh, tapi pekerjaan selesai, beres, berhasil bukanlah sebuah parameter, tapi bagaimna kita setia pada waktu yang ada dengan ikhtiar dengan sungguh-sungguh.
NB: laporan pkl blm beres, ngelab blm msk2, majalh blm kelar, lmbaga msh kacau dah mau suksesi lgi, syuro sering insidental, bimo makin aneh juga..., lm betul g dtg kajian, rindu ama kuliah, hfln blm tmbh, zahro makin error...iis mau pergi, pgn plg rmh tpi mmmales naek bis, eeehm....dedlne mandiri finansiall blm ,sidino lg rewel,bnern sepeda blm jd2, privat les anaknya pada blm telp lg jga ni, pj web kgk prnh nlis,deadln ikut lmba nulisannual competion gagal lg.......eetc....
deadln yg blm kelar2 juga..ni
Kamis, 30 Oktober 2008
bocah kecilku
bocah kecil……tepat 1 tahun, 14 agustus yang lalu…
“Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah-Islami). Ayah dan ibunya lah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api dan berhala). (HR. Bukhari)… Semoga islam selalu menjadi nafas kehidupanya kelak sampai ajal menjemputnya ….amin
teringat masih mungilnya dia…tanpa isak tangis …tapi hanya ulasan senyum yang ia berikan tiap kali orang memandangnya…
aji..aji..ya itulah aji....... , lengkapnya bachtiar aji darmawan
’Seorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya," Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?" Nabi Saw menjawab, "Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatirnu)." (HR. Aththusi).”Apa ya arti namanya aji (bachtir kagak tahu artinya lupa ni.....) pokoknya seoarang anak yang ngajeni dan akhlaknya suka berderma kata ibunya gitu....
terakhir bertemu saat lebaran...kini ia sudah semakin lincah aja, dia berlari kesana kemari tanpa mengenal hirauan panggilan siapapun...dia suka membanting mainan apa saja yang ia pegang....ia juga suka narikin atau geserin kursi dirumah, ambil penggorengan buat mukulin ayahnya tiap pagi bada subuh kalo ayahnya bangunnya kesiangan .Nah ni kagak boleh ditiru ...” Salah satu kenikmatan Allah atas seorang ialah dijadikan anaknya mirip dengan ayahnya (dalam kebaikan). (HR. Ath-Thahawi) Nah lho ni jadi ayah benar benar harus baik...cos dicontoh banget ama anknya.
Ehm bocah kecil..... Unik memang lihat perilaku ank kecil,polahnya bikin gemes... aji punya hobi muterin ban sepeda motor vespa, mainan setir mobil punya ayahnya tapi sekarang dia dah punya mobil mainan yang tiap harinya selalu ditumpanginya...heran tak pernah bosan dia.Oya kalo ingat dulu waktu zaman Rosul, anak kecil baiknya tu diajarin berenang ama memanah ya..moga aja besok aji bisa diajarin memanah ,sapa tahu besok jadi parajurit perang..... g cuma diajarin main tracking mobil ama main bulu tangkis ngikutin hoby ayahnya. Tingkahnya terakhir lihat dia mainin pintu kamar rumah , hingga ia terkunci didalam kamar sendiri, buat orang serumah heboh....eh...ternyata ketika omnya dah manjat dinding buat ngeluarin dia dari kamar , ternyata dia dengan polosnya bisa buka lagi tu kunci pintu kamarnya...dan bisa keluar sendirii . Dengan khasnya dari bibinya seulas senyuman diberikan tanpa rasa bersalah .....wah bikin gemes deh...
Sungguh.....tuk kakak tercinta .....semoga hadist ini selalu terpatri dalm hati ”Warisan bagi Allah 'Azza wajalla dari hambaNya yang beriman ialah puteranya yang beribadah kepada Allah sesudahnya. (HR. Ath-Thahawi)”.....wah aji besok kalo dah gedhe harus jadi ikhwan yang sholekh ya amin.......
Ini ni...... baru pertama lihat bocah kecil yang langsung bisa memikat hati, selain yang pertama terinspirasi ama si baim yang ada disinetron...waduh kagak kuat deh kalo lihat dia tu. Tapi sayang kasihan dia dah banyak tereksplorasi oleh hal hal yang negatif tuk perkembangan seorang anak...masa ank kecil dah dikenalin seperti itu. Y mungkin bercerita seperti ni bisa sedikit mengkatalisasi diri ” tuk aplikasi ilmu RTM yang didapat di TTS..he...he..
Sayang ...miris.... Indonesia melihat bocah bocah kecil dah dieksplor tuk hal hal yang belum sewajarnya....Teringat dulu waktu masih kecil didunia entertainment ...banyak sekali lagu anak kecil yang menghbur kaya cikita medy, trio kwek-kwek, ataupun tina toon dengan bolo bolonya....wah pokoknya seru. Tapi coba deh lihat sekarang apa yang terjadi....bagaimna mungkin akan muncul ”sikecil mufty kaya sadam”. Walaopun sekarang dah bermunculan banyak sekolah berlabel islam terpadu...sudah cukupkah???...ya mungkin tu bisa sedikit membantu,. Yang jelas memang tarbiyah harus dimulai dari kecil dan sedini mungkin. Ya udah buat bocah kecilku” Aji” tante doakan moga besok menjadi pemuda harapan bangsa, harapan umat, harapan kelurga...
Salam sayang de...
Nantikan edisi bocah kecilku yang kedua si ” salsa”....
tlisan buat bltin tazkia sbnrnya..." kebangkitan....

dari pada disimpen ....g ada yang baca, mendingan dipublish diweblog..sapa tahu ada yang baca....habisnya asih greget sih....
apalagi, kemaren gara gara kagak ikut aksi sumpah pemuda 28 oktober 2008,uhh....nyesel banget deh....padahal jiwa pemuda ni rasanya menggelora, tuk bangkit ....ya harapan tu masih ada....
Kebangkitan umat cs kebangkitan intelektual muslim
Dalam dekade bulan ini, bangsa Indonesia mungkin merasa berada pada momen pengharapan, entah hanyalah sebuah momentum ataukah terdapat esensi yang sangat ditunggu. Ya...bersitan dalam pikiran mungkin adalah jelang momen hari kebangkitan. Disela waktu yang telah terlewati dengan reformasi, pastinya ada sebuah transformasi 90 derajat dalam keoptimisan untuk sebuah perbaikan. Tidak berbeda jika merasakan diri ini adalah seorang muslim, bukan momentum yang ditunggu untuk sebuah transformasi tapi kesempatan dan kenikmatan waktu yang senantiasa Allah berikan setiap saatnya adalah untuk berbenah menuju kebersamaan dalam kebangkitan umat Islam ini. Allah berfirman ’”Dan masa ( kemenangan atau kehancuran ) itu Kami gilirkan antara manusia (agar mereka mengambil pelajaarn ) Q.S.Al Imron 140” .
Ketika tiap harinya terasa dalam kehancuran sungguh adalah seorang muslim yang berada pada kerugian. Menoleh pada realita, bagaimana kondisi umat muslim di Indonesia sekarang? Ketika ada sebuah ungkapan bahwa kebangkitan Islam bisa berawal dari Indonesia. Namun, sungguh masih berada dalam angan. Tak jauh dari negara islam lain nasibnya tidak jauh berbeda dengan Indonesia, semuanya hampir masuk dalam ketegori negara tertinggal. Hal ini terlihat dalam laporan UNDP pada tahun 1999, dari 165 negara di dunia, tidak satu pun negara Islam mendekati posisi negara-negara maju bilamana diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia. Negeri-negeri Muslim pun tak luput dari jeratan kemiskinan. Bila garis kemiskinan adalah 2 dolar AS per hari per kapita, maka proporsi penduduk yang miskin Indonesia 52,4 persen, Pakistan 65,6 persen, dan Bangladesh 82,8 persen (Amich Alhumami, “Kemunduran Sains Dunia Islam” Republika, 27 April 2007). Selain itu, penguasaan iptek kaum Muslim sangat rendah. Negara-negara Islam memiliki pakar iptek kurang dari 100 orang/sejuta penduduk. Indonesia, misalnya, hanya 64 orang/sejuta penduduk. Sementara kalangan non-Muslim memiliki rata-rata lebih dari 3000 pakar/sejuta penduduk, bahkan Israel mempunyai 8000 pakar/sejuta penduduk. Semua fakta ini menyadarkan kita bahwa saat ini kita belum menjadi “khairu ummah” sebagaimana yang diisyaratkan QS Ali Imran [3]: 110 ” Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia , menyuruh kepada yang maruf dan mencegah kepada yang mungkar , dan beriman kepada Allah,..” Prinsip kebangkitan umat muncul dengan historinya pada renungan tantangan yang harus senantiasa dihadapi umat Islam. Analisis sejarah dan realita harus senantiasa dibangun untuk mengingat memori kegemilangan Islam tempo dulu. Berakhir pada kesimpulan untuk mengambil hikmah berbagai pelajaran tiap masa dan direalkan dengan mencoba berinteraksi dan mengaplikasiakn berbagai hikmah pelajaran.
Dalam penyiapanya kebangkitan umat pastilah harus berawal dari tiap pribadi muslim sendiri. Dimana kekuatan motivasi akan perubahan diri, titik awal dan permulaan adalah yang paling menentukan. Tanpa terlepas dari saha yang dilakukan, ” Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah yang ada pada diri mereka sendiri .”( Q.S.Ar.Radu 11 ). Dalam praktisnya kebangkitan umat dapat direalkan dengan falsafah Iqra untuk tiap muslim, dimana sesuai dengan Q.S Al alaq:1, adalah perintah membaca. Konteks membaca meluas pada dimensi sosial, politik, lingkungan dan aspek kehidupan lainya. Ketika umat Islam mampu menghasilkan intelektual intelektual muslim, maka dengan proses pembacaan masyarakat akan lebih tersecerdaskan. Lahirnya para ilmuwan besar Islam yang sampai saat ini namanya masih harum seperti Ibnu Sina (Avicenna), Ibnu Rusyd (Averroes), Khawarizmi dan lain-lain, Janganlah meninabobokan kita dalam romantisme masa silam. kejayaan Islam yang berhasil diciptakan oleh para pendahulu kita hendaknya dapat dijadikan pecut untuk mencapai hal; yang sama atau bahkan melebihi mereka agar kebangkitan Islam terwujud saat. Dengan kebangkitan umat lewat para intelektual muslimnya, maka salah satu amanah kita yang sekarang ada pada posisi mahasiswa sebagai seorang pembelajar tingkat tinggi dengan tuntutan yang lebih pula. Perintah membaca layaknya perintah untuk sholat dan ibadah lainya yang secara jelas terdapat dalam Alquran pedoman hidup kita. Jika penyebab kemunduran umat Islam bersumber pada jauhnya dari AlQuran dan Assunah , maka membaca, mengkaji, merenungi dan mengaplikasikan dalam tiap amalan adalah salah satu aspek pembangunan demi kebangkitan umat Islam. Tiada keterbatasan waktu dan ruang untuk pribadi muslim dalam melangkah mengakselerasi dirinya menjadi seorang intelektual muslim yang berakhlakul karimah.Selamat BERJUANG pada tiap aktivitas kita, untuk perjuangan kembali menorehkan sejarah akan bangkinya umat Islam.
Pilar –pilar kebangkitan umat (Yusuf Qardhawi) dan berbagai sumber lain.
Langganan:
Postingan (Atom)