Nonton film asal bukan yang horor.....baca buku terutama novel apa aj....ngisi lq.....datang ke walimahan.....ikut training motivasi....waktu zahro kmpl......pulang kerumah waktu ngebis....dgrin cerita orang yang melo....waktu nlis trtama puisi....ngobrol sm ibu...hbs sholat waktu doa ...ap lg?
Ahhh...semua aktivitas diatas ada titik dimana air mata ini menetes... titik dimana aktivitas ”menangis” itu selalu ada.Entahlah.... sebut saja cengeng...apalagi seorang perempuan...biarlah .Menangis juga fitrahny manusia yang telah Allah karuniakan. Apa salahnya ?? Tapi, kali ini tertohok betul ketika telah kukatamkan buku”HINDARI NERAKA DENGAN AIRMATA” sebegitukah dasyatnya air mata ini sehingga bs memadamkan api jahanam.
Neraka segan menyentuh kulit mereka yang menangis karena Allah. Suatu balasan yang begitu berharga terhadap air yang mengalir dari kelopak mata seorang mukmin,yang hatinya tunduk dan khusyuk dihadapan Allah.
Katanya Imam Ibnu Qayyim ...menangis itu ada 10 macam
1.menangis karena lemah dan lembutnya hati (apalgi tipikal melankolis...)
2.menangis karena takut (trtma takut ama Allah atau kesepian...asal jangn takut am syetan)
3.menangis karena cinta dan rindu (cinta dan rindu pada...)
4.menangis karena senang dan gembira
5.menangis karena tidak tahan merasa sakit
6.menangis karena sedih (mungkin dah sangat biasa ni..
7.menangis karena lemah dan tidak sanggup (aplagi ini...lebih sangat sering drasakn)
8.menagisnya orang munafik
9.menangis karena disewa dan diberi upah
10.menangis karena ikut-ikutan (ikut-ikutan krna lihat orang nangis jadi ikut nangis jg)
jujur lebih banyak masuk kategori manakah air mata ini?yah...minimal semoga tidak tergolong kategori ”tangis berdosa” atau ”air mata buaya”.Sedangkan kalau tangisan senang dan sedih sudah sangat bisa dibedakan dengan kita melihat air matanya. Ketika ada yang menangis senang, pasti air matanya terasa sejuk dan hatinya gembira dan tangis sedih air matanya akan terasa hangat dan hatinya sedih. Biarkanlah beragam tangisan ada karena akan semakin melembutkan hati kita. Berkaca pada tangisan nabi, para salafus shalikh, para sahabat....sungguh sangat ga berlevel air mata ini. Walau puncak keimanan kita sama yaitu menghadap Allah dan dpti kunci surga. Tangisan seperti Abu Bakar yang ga boleh mengimami sholat sm Aisyah krna pasti nanti Abu Bakar menangis atau tangisan Muadz ” aku takut kalau besok aku dilempar Allah kedalam neraka, sementara Dia tidak peduli padaku” atau tangis Hudzaifah ”aku tak tahu kemana aku akan menuju keridhoan ataukah kemurkaan” atau tangis Usman bin Affan dalam persinggahanya dikuburan. Pernahkah kta?semoga ..
Sebuah analog yang tak berbanding memang, bahkan terkadang air mata menangis bukan karena khusyu dalam bacaan sholat , tapi menangis keras karena begitu sangat memohonya kita ketika sedang ditimpa banyak masalah. Keegoisan begitu menguasai jiwa hingga celah keimanan sulit tertembus dengan kemurnian aktivitas ibadah kita pada Allah.
Menangis bukanlah aktivitas murahan. Walaupun begitu mudahnya air mata ini menetes dari kelopak mata. Sekali lagi..... jangan pernah jual air mata .Apalgi ketika ketika menangis yang mencerminkan ketidakpuasan akan ketetapan qadha dan takdir Allah. Namun menangislah dengan makna.....ya menangis bukan sembarang menangis...bahkan ketika belum bisa menemukan makna terdalam tangisan itu terus dan terus paksakan hingga kau dapati tangisan yang bermakna...
Seperti...
”gemetarnya hati, berlinangnya air mata, dan badan yang menggigil disaat menyimak ayat ayat Allah dan melantunkan zikir zikir pada Nya.” atau
3 hal yang membuat menangis Salman Al Farisi
Berpisah dengan orang –orang tercinta yaitu nabi Muhammad dan pengikutnya, membayangkan kengerian sakaratul maut, dan memikirkan ketika berdiri dihadapan Allah, disaat aku tidak tahu keneraka atau kesurgakah tempat kembaliku.”
Semoga terjaga air mata ini.......
searching katalis diri untuk ciptakan momentum akselerasi perubahan diri menuju perbaikan semakin mencintai Allah dan dicintai Allah ....amin ...inssyAllah
Senin, 11 Mei 2009
Kamis, 07 Mei 2009
hidayah
rengkuh ak dalam kasih sayangMu..
Ya Rabb...hikmah...hidayah...iman...taqwa adalah dariMu
pliss....
beri dia kesempatan untuk merasakanya juga
beri dia...ya Rabb
beri dia...dia saudariku....
beri dia kesempatan
sekali aj bilang...."sih ak mau sholat" wah........hatiku berdegup kencang serasa dunia ini taman surga...
walaupun g harus terucap dalam lisan , tp cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui
inikah asa dalam dakwah....puncak perjuangan menebar keimanan pada sesama insan hambaMu
Ya Rabb...hikmah...hidayah...iman...taqwa adalah dariMu
pliss....
beri dia kesempatan untuk merasakanya juga
beri dia...ya Rabb
beri dia...dia saudariku....
beri dia kesempatan
sekali aj bilang...."sih ak mau sholat" wah........hatiku berdegup kencang serasa dunia ini taman surga...
walaupun g harus terucap dalam lisan , tp cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui
inikah asa dalam dakwah....puncak perjuangan menebar keimanan pada sesama insan hambaMu
Rabu, 22 April 2009
ideku banyak
kayaknya kecepatan ketikan jari dalam keybord g bsa mengimbangi luapan ide dalam pikiran
ehm...makanya update tulisan ni weblog lama bgt
ahhh...terlalu banyak..bener juga kata attien...ayo segera tulis takut keburu menguap
pgn nulis koment iffah "wah mbaurekso banget ni mba asih dikos" ato laporan pkl dicorret banayk bgt am pa sofyan, ato tentang begitu susahnya jadi orang keren ato tentang "hikmah my exam" yg selalu ku tulis tiap kali habis ujian mid ato semesteran ato tentang sejarah mesir yg sungguh sangat membuatku penasaran ato tentg kata2 mba ayu dijhfc "mahad dijakarta" ato tentng pergolakan cinta melawan tirani ato tentang akhirnya ngelabku belum juga berujung ato tntg weblog mb adis yg baru ato kompetiblog si Arrohman ato tentang sidino yang membuat pusing ato tentang sikats dengn komentnya dingin,serius,kejam.ahhh.ato dengan tentang sms yg membuat hampir pingsan setitik nila sms.."Asih?Kabar aku lagi kurang baik,kesehatanku lagi terganggu banget jadi aku g bisa jalan dengan normal seperti dulu dan aku minta doanya biar cepat sembuh dan bisa berjalan normal kembali.
ya gejala struk?...
cukup...banyak dan masih banyak ni ide diotak..
ehm...makanya update tulisan ni weblog lama bgt
ahhh...terlalu banyak..bener juga kata attien...ayo segera tulis takut keburu menguap
pgn nulis koment iffah "wah mbaurekso banget ni mba asih dikos" ato laporan pkl dicorret banayk bgt am pa sofyan, ato tentang begitu susahnya jadi orang keren ato tentang "hikmah my exam" yg selalu ku tulis tiap kali habis ujian mid ato semesteran ato tentang sejarah mesir yg sungguh sangat membuatku penasaran ato tentg kata2 mba ayu dijhfc "mahad dijakarta" ato tentng pergolakan cinta melawan tirani ato tentang akhirnya ngelabku belum juga berujung ato tntg weblog mb adis yg baru ato kompetiblog si Arrohman ato tentang sidino yang membuat pusing ato tentang sikats dengn komentnya dingin,serius,kejam.ahhh.ato dengan tentang sms yg membuat hampir pingsan setitik nila sms.."Asih?Kabar aku lagi kurang baik,kesehatanku lagi terganggu banget jadi aku g bisa jalan dengan normal seperti dulu dan aku minta doanya biar cepat sembuh dan bisa berjalan normal kembali.
ya gejala struk?...
cukup...banyak dan masih banyak ni ide diotak..
Kamis, 02 April 2009
Ku tak mau tertinggal
Ku tak mau tertinggal
Kulari secepat-cepatnya
Tapi kalah lagi
Kumendarat diatas kepala
Padahal seharusnya dikaki
Aku berjuang didepan
Tapi tertahan dibelakang
Mengapa terus kulakukan
Sebab ku tak mau tertinggal
Semakin keras kujatuh
Semakin tinggi kan memantul
Kukerahkan segalanya
Dan itulah yang terpenting
Ditempat pertama diriku jarang berada
Jadi aku berusaha sekuatnya
Ku tak mau tertinggal
Sebagaian mengatakan aku tak bisa
Sebagian mengatakan jangan
Sebagian menyerah
Jawabku tidak
Semua daya ada disini
Tersembunyi dalam pikiranku
Keuletanku itulah keunggulanku
”ku tak mau tertinggal”
Lakukan yang terbaik setiap saat
Masa depan segera menjadi masa silam
Semakin kukatakan ini
Semakin jarang aku menjadi yang terakhir
Sepanjang aku bertanding
Kubelajar arti kemenangan
Satu pelajaran sederhana
Mengalah itu jalan termudah
Maka setiap malam sebelum tidur
Kuharap dalam hal kecil aku berhasil
Esok hari baru
Ku tak akan tertinggal
Kulari secepat-cepatnya
Tapi kalah lagi
Kumendarat diatas kepala
Padahal seharusnya dikaki
Aku berjuang didepan
Tapi tertahan dibelakang
Mengapa terus kulakukan
Sebab ku tak mau tertinggal
Semakin keras kujatuh
Semakin tinggi kan memantul
Kukerahkan segalanya
Dan itulah yang terpenting
Ditempat pertama diriku jarang berada
Jadi aku berusaha sekuatnya
Ku tak mau tertinggal
Sebagaian mengatakan aku tak bisa
Sebagian mengatakan jangan
Sebagian menyerah
Jawabku tidak
Semua daya ada disini
Tersembunyi dalam pikiranku
Keuletanku itulah keunggulanku
”ku tak mau tertinggal”
Lakukan yang terbaik setiap saat
Masa depan segera menjadi masa silam
Semakin kukatakan ini
Semakin jarang aku menjadi yang terakhir
Sepanjang aku bertanding
Kubelajar arti kemenangan
Satu pelajaran sederhana
Mengalah itu jalan termudah
Maka setiap malam sebelum tidur
Kuharap dalam hal kecil aku berhasil
Esok hari baru
Ku tak akan tertinggal
Jumat, 20 Maret 2009
pemilu!!sejarah besar
Sejarah masa depan dibangun dari sekarang…karena masa depan adalah rangkaian kejadian hari ini, karena sejatinya sejarah yang terjadi masa itu adalah penentu kejadian dimasa depan, apa yang sebenarnya kita lakukan hari ini adalah sebuah penyiapan peradaban dimasa yang akan datang, kelelahan2 dan pengorbanan adalah sebuat torehan tinta emas untuk hari esok, kinidan nanti yang lebih baik lagi…
Ketika bercermin pada sejarah Islam yang hadir di Indonesia, mungkin pesta pemilu “fastabiqul khoirot antar caleg”(ahh mungkin g ada yg berkhusnodon kayak gini, yg a ada dalam pikiran hanya politisi busuk dan su’dhon??) detik April esok seakan akan mengulang dinamika sejarah Islam yang pernah diIndonesia. Berawal dari para “pelancong-pelaut-pedagang” tepian pantai datang memperkenalkan nilai Islam dengan akhlak Islami ke Indonesia hingga akhirnya berdirilah kerajaan Islam diberbagai penjuru Nusantara yang merupakan momen kebangkitan kekuatan politik umat. Kemudian lahirlah pesantren yang merupakan gawean asli dari akar budaya Indo dengan adopsi dan adaptasi yg insyAllah tetap terjaga( jangan lht budaya pesantren dari film wanita berkalung sorban ya!! ). Tapi memang setelah itu malah akhirnya Indo kedatangan tamu biadab sekaligus tamu nyentrik dari Belanda yang akhirnya cukup memotong penyebaran dakwah Islam ini ( Belanda g nyerang Aceh cos”katanya dulu ukhuwah Aceh am zaman kehlakifahan sangat erat” jadinya g brani nyarang … makanya Aceh dijuluki serambi Mekah). Perlawanan segala cara dilakukan ama Indo, tapi dasar licik “politik balas budi” jadi andalanya Belanda. Saat itu Indo mulai ubah strategi melawan rivalnya dengan buat orgnisasi formal yang dimonotori oleh SI, Budi Utomo dll.
Akhirnya kecerdasan originilitas bangsa Indonesia walau suapan keseharianaya nasi dari beras bukan blueband am bread gaya Belanda rupanya mampu mengembangkan dakwah dengan style baru melalui institusi seperti lahirlah NU, Muhamddiyah,MIAI yang berubah menjadi MASYUMI ”Majelis Syuro Muslimin Indonesia” ( dah ada majelis syuronya keren...pantes aja beberapa parpol Islam punya Dewan Syuro). Tapi Indo sempet kedatangan tamu lagi juga walau hanya sempet diteras belum masuk rumah(walau cuma ngobrol diteras tapi dah bikin tuan rumah betah karena gaya selles menjual produknya memikat hati banget th ga apaan ...”nawarin kemerdekaan bro...”) Ahh itulah Japan dengan gaya elitnya arigato.....(coba lbh lama bertamunya saya buatin ”unjukan” dari kepulan asap dapur derita Rakyat yang ingin balas dendam atas perintah kerja rodimu). Babak selanjutnya ”cindera mata” kemerdekaan terhujam dalam hati bangsa Indo dan akhirnya terjadinya globalisasi informasi dengan pengaruh-pengaruh gerakan Islam internasional yang akan membangun kekuatan Islam lebih utuh yang meliputi segala dimensinya. Saat itulah history Islam mengalami dinamisasi....tetapi tetaplah rahmatal lil alamain.
Flash back sejarah ini..... saya teringat sebuah style pengembangan dakwah melalui institusi yang dilakukan oleh satu parpol yang katanya basis masa solid, memiliki platform yang jelas, juga disokong oleh kader-kadernya yang semoga terbukti bersih, peduli, dan profesional. Suatu saat kalo saya boleh “mematenkan bro” gaya kampanyenya...sebut saja “prosidu” ato “spreeding” itu layaknya para pedagang dan pelaut zaman dahulu yang “door to door” mengenalkan Islam. Nah saat ini...seakan sy begitu merasakanya...(tahukah.??.). Sebenarnya kalau saja Indo tidak kedatangan “tamu nyentrik sekaligu biadab” maka proses Islamisasi di Indonesia akan berlangsung dengan damai karena bersifat kultural dan membangun kekuatan secara struktural. Andai boleh berkata parpol ini tidak terjangkit “virus” atau “benalu” nasionalis ato “reformis munafik gadungan” insyAllah akan tetap terjaga....Kutip ungkapan siKats “apapun yang kita pilih dipesta “fastabikholkhoirot” 9 April besok, kita harus sadar bahwa selalu ada resiko di baliknya. Ingat, Allah tidak akan menghukum seseorang yang salah memilih karena tidak tahu. Akan tetapi azab Allah yang keras akan turun kepada seseorang yang tidak mau tahu”.
Great.....1 kata tuk history muslim Indo yang telah mengantongi sejarah yang panjang berabad abad dan besar. Sejarah itu yang mengantar kita saat ini menjadi sebuah negeri Muslim terbesar di dunia dengan perjuanganya dulu. Sebuah sejarah gemilang yang pernah diukir para pendahulu, tak selayaknya runtuh tertimpa ”boneka gadungan politisi munafik”. Kembalikan izzah Muslim Indonesia sebagai Muslim pejuang. Kalo pernah denger suara parpol Islam zaman dulu ketika digabungin hanya sekitar 38 %...sungguh itu baru suara sebuah parpol belum sampai pada suara kaum muslim yang bersatu berharap asa perbaikan Indo Ini dengan bercita pada tegaknya syariat Islam
Kita adalah rangkaian mata rantai dari generasi-generasi tangguh dan tahan uji. Maka sekali lagi, tekanan dari luar, pengkhianatan dari dalam, dan kesepian dalam berjuang tak seharusnya membuat kita lemah. Karena kita adalah orang-orang dengan sejarah besar. Karena kita mempunyai tugas mengembalikan sejarah yang besar. Wallahu a’lam
Dari yang punya sedikit ilmu …
Gelora keyakinan …
Untuk saudara laskar 8
Ketika bercermin pada sejarah Islam yang hadir di Indonesia, mungkin pesta pemilu “fastabiqul khoirot antar caleg”(ahh mungkin g ada yg berkhusnodon kayak gini, yg a ada dalam pikiran hanya politisi busuk dan su’dhon??) detik April esok seakan akan mengulang dinamika sejarah Islam yang pernah diIndonesia. Berawal dari para “pelancong-pelaut-pedagang” tepian pantai datang memperkenalkan nilai Islam dengan akhlak Islami ke Indonesia hingga akhirnya berdirilah kerajaan Islam diberbagai penjuru Nusantara yang merupakan momen kebangkitan kekuatan politik umat. Kemudian lahirlah pesantren yang merupakan gawean asli dari akar budaya Indo dengan adopsi dan adaptasi yg insyAllah tetap terjaga( jangan lht budaya pesantren dari film wanita berkalung sorban ya!! ). Tapi memang setelah itu malah akhirnya Indo kedatangan tamu biadab sekaligus tamu nyentrik dari Belanda yang akhirnya cukup memotong penyebaran dakwah Islam ini ( Belanda g nyerang Aceh cos”katanya dulu ukhuwah Aceh am zaman kehlakifahan sangat erat” jadinya g brani nyarang … makanya Aceh dijuluki serambi Mekah). Perlawanan segala cara dilakukan ama Indo, tapi dasar licik “politik balas budi” jadi andalanya Belanda. Saat itu Indo mulai ubah strategi melawan rivalnya dengan buat orgnisasi formal yang dimonotori oleh SI, Budi Utomo dll.
Akhirnya kecerdasan originilitas bangsa Indonesia walau suapan keseharianaya nasi dari beras bukan blueband am bread gaya Belanda rupanya mampu mengembangkan dakwah dengan style baru melalui institusi seperti lahirlah NU, Muhamddiyah,MIAI yang berubah menjadi MASYUMI ”Majelis Syuro Muslimin Indonesia” ( dah ada majelis syuronya keren...pantes aja beberapa parpol Islam punya Dewan Syuro). Tapi Indo sempet kedatangan tamu lagi juga walau hanya sempet diteras belum masuk rumah(walau cuma ngobrol diteras tapi dah bikin tuan rumah betah karena gaya selles menjual produknya memikat hati banget th ga apaan ...”nawarin kemerdekaan bro...”) Ahh itulah Japan dengan gaya elitnya arigato.....(coba lbh lama bertamunya saya buatin ”unjukan” dari kepulan asap dapur derita Rakyat yang ingin balas dendam atas perintah kerja rodimu). Babak selanjutnya ”cindera mata” kemerdekaan terhujam dalam hati bangsa Indo dan akhirnya terjadinya globalisasi informasi dengan pengaruh-pengaruh gerakan Islam internasional yang akan membangun kekuatan Islam lebih utuh yang meliputi segala dimensinya. Saat itulah history Islam mengalami dinamisasi....tetapi tetaplah rahmatal lil alamain.
Flash back sejarah ini..... saya teringat sebuah style pengembangan dakwah melalui institusi yang dilakukan oleh satu parpol yang katanya basis masa solid, memiliki platform yang jelas, juga disokong oleh kader-kadernya yang semoga terbukti bersih, peduli, dan profesional. Suatu saat kalo saya boleh “mematenkan bro” gaya kampanyenya...sebut saja “prosidu” ato “spreeding” itu layaknya para pedagang dan pelaut zaman dahulu yang “door to door” mengenalkan Islam. Nah saat ini...seakan sy begitu merasakanya...(tahukah.??.). Sebenarnya kalau saja Indo tidak kedatangan “tamu nyentrik sekaligu biadab” maka proses Islamisasi di Indonesia akan berlangsung dengan damai karena bersifat kultural dan membangun kekuatan secara struktural. Andai boleh berkata parpol ini tidak terjangkit “virus” atau “benalu” nasionalis ato “reformis munafik gadungan” insyAllah akan tetap terjaga....Kutip ungkapan siKats “apapun yang kita pilih dipesta “fastabikholkhoirot” 9 April besok, kita harus sadar bahwa selalu ada resiko di baliknya. Ingat, Allah tidak akan menghukum seseorang yang salah memilih karena tidak tahu. Akan tetapi azab Allah yang keras akan turun kepada seseorang yang tidak mau tahu”.
Great.....1 kata tuk history muslim Indo yang telah mengantongi sejarah yang panjang berabad abad dan besar. Sejarah itu yang mengantar kita saat ini menjadi sebuah negeri Muslim terbesar di dunia dengan perjuanganya dulu. Sebuah sejarah gemilang yang pernah diukir para pendahulu, tak selayaknya runtuh tertimpa ”boneka gadungan politisi munafik”. Kembalikan izzah Muslim Indonesia sebagai Muslim pejuang. Kalo pernah denger suara parpol Islam zaman dulu ketika digabungin hanya sekitar 38 %...sungguh itu baru suara sebuah parpol belum sampai pada suara kaum muslim yang bersatu berharap asa perbaikan Indo Ini dengan bercita pada tegaknya syariat Islam
Kita adalah rangkaian mata rantai dari generasi-generasi tangguh dan tahan uji. Maka sekali lagi, tekanan dari luar, pengkhianatan dari dalam, dan kesepian dalam berjuang tak seharusnya membuat kita lemah. Karena kita adalah orang-orang dengan sejarah besar. Karena kita mempunyai tugas mengembalikan sejarah yang besar. Wallahu a’lam
Dari yang punya sedikit ilmu …
Gelora keyakinan …
Untuk saudara laskar 8
Senin, 16 Maret 2009
Menulis membuat jadi egois!!!!
Membuat tulisan seperti artikel yg bru saja siang kmrn asih baca diintisari edisi desember 08.... subhanallah
Gaya magnetnya bgtu besar sehingga pembaca mau menyerahkan seluruh jiwanya untuk membaca hingga amati diksi kata dan pendapatnya yang tajam disertai analisis yang sangat kuat....semakin meyakinkan pembaca untuk mau berpihak sama penulisnya..Ahh itulah media..itulah tulisan...dan sekali lagi itulah ilmu...
Lisanku sempet terlontar waktu diperpus....cita-citaku mau jadi salah satu penulis national geograpic.. mimpi atau hayalan atau harapan ya...sp th suatu saat menjadi sebuah kenyataan ...amin (ha...ha barangkali itu yg akan membawaku tour ke negri impianku yaitu Mesir am Arab..).
Memang tulisan hadir...g akan jauh2 dari apa isi otak sang penulis dan ga akan jauh pula dri kondisi hati sang penulis...tulisan memang tak mengenal munafik...Tak ada yang berpura-pura dalam peperangan pena, yg ada hanyalah sufi yg suci dengan originilitas kemurnian karyanya.Dia bisa merekam sisi2 ilmu kehidupan sehingga hadir tulisan yang menggugah dan membawa ruh pembaca hadir sepenuhnya untuk membaca tulisan itu..
Membaca dan menulis sangat berbanding lurus, g mungkin menjadi seorang penulis kalo dia belum jadi korban julukan ’kutu buku’ dalam hidupnya. Ahh memang menulis itu indah...Tp sy terbersit pikiran kalo menulis membuat kita jadi egois, percaya ga?egois dengan pikiran kita, egois dengan ap yg kita lihat ,yang kt rasakan,yg kta tafsirkan,yg kt sampekan aplagi tipe tulisan yang berbasic diary tingkat opurtinitas dan keegoisan sangat tinggi sekali. Kenapa bs seperti itu?Menulis membawa alam bawah sadar kita seakan hidup dan memaksa realita pancaindra kita untuk mengiyakanya. Pikiran kita mendesak karya itu hadir. Walau memang ap yang kita tuliskan adalah sebuah kepekaan akan rasa sosial kita yang tinggi. Tapi saya meyakini saat proses menulis itu berlangsung ato saat ketikan jari kita dikeybord, egoisitas kita begitu memuncak.Belenggu pikiran dan ide memonitorik syaraf kita, sehingga merangsang attitude untuk bersikap egois” hanya mikiran diri sendiri”. Peperangan realitas dan idealita menyerbu kita dalam lintasan pikiran ide yang ingin kita golkan. Kebijakan upgrade diri dengan tulisan muncul saat karya telah tertuntaskan. Saat itu klimaks egoistas kita butuh sebuah pengakuan diri. Proses yang berpijak pada egoisitas kita, tapi mampu memagnetisasi daerah sekitar sehingga munculah garis gaya pikir karena hipnotisasi ide.
Proses awalan saat menangkap ide dalam simcard otak, itu juga sudah melewati egoisitas yang hanya memakai kacamata sendiri. Pasti sang penulis akan mencri tahu sejuta hal yg berhubungan dengan alm bawah sadar yg berhubungan dengan ideny. Nah saat itu mulai menanjak porsi egoisitasnya....
Tapi sungguh tetaplah pertahankan egoisitas itu...karena dengan egois proses menulis itu dapat terselesaikan :D...entah stigma positif ato negatif akhir dari garis gaya pikir pembaca akan ending karya kita.Sekali lagi iman tersier setelah hati, ilmu dalam proses menulis menurt sy yg ketiga adalah egois(terserah antum menafsirkanya)
Gaya magnetnya bgtu besar sehingga pembaca mau menyerahkan seluruh jiwanya untuk membaca hingga amati diksi kata dan pendapatnya yang tajam disertai analisis yang sangat kuat....semakin meyakinkan pembaca untuk mau berpihak sama penulisnya..Ahh itulah media..itulah tulisan...dan sekali lagi itulah ilmu...
Lisanku sempet terlontar waktu diperpus....cita-citaku mau jadi salah satu penulis national geograpic.. mimpi atau hayalan atau harapan ya...sp th suatu saat menjadi sebuah kenyataan ...amin (ha...ha barangkali itu yg akan membawaku tour ke negri impianku yaitu Mesir am Arab..).
Memang tulisan hadir...g akan jauh2 dari apa isi otak sang penulis dan ga akan jauh pula dri kondisi hati sang penulis...tulisan memang tak mengenal munafik...Tak ada yang berpura-pura dalam peperangan pena, yg ada hanyalah sufi yg suci dengan originilitas kemurnian karyanya.Dia bisa merekam sisi2 ilmu kehidupan sehingga hadir tulisan yang menggugah dan membawa ruh pembaca hadir sepenuhnya untuk membaca tulisan itu..
Membaca dan menulis sangat berbanding lurus, g mungkin menjadi seorang penulis kalo dia belum jadi korban julukan ’kutu buku’ dalam hidupnya. Ahh memang menulis itu indah...Tp sy terbersit pikiran kalo menulis membuat kita jadi egois, percaya ga?egois dengan pikiran kita, egois dengan ap yg kita lihat ,yang kt rasakan,yg kta tafsirkan,yg kt sampekan aplagi tipe tulisan yang berbasic diary tingkat opurtinitas dan keegoisan sangat tinggi sekali. Kenapa bs seperti itu?Menulis membawa alam bawah sadar kita seakan hidup dan memaksa realita pancaindra kita untuk mengiyakanya. Pikiran kita mendesak karya itu hadir. Walau memang ap yang kita tuliskan adalah sebuah kepekaan akan rasa sosial kita yang tinggi. Tapi saya meyakini saat proses menulis itu berlangsung ato saat ketikan jari kita dikeybord, egoisitas kita begitu memuncak.Belenggu pikiran dan ide memonitorik syaraf kita, sehingga merangsang attitude untuk bersikap egois” hanya mikiran diri sendiri”. Peperangan realitas dan idealita menyerbu kita dalam lintasan pikiran ide yang ingin kita golkan. Kebijakan upgrade diri dengan tulisan muncul saat karya telah tertuntaskan. Saat itu klimaks egoistas kita butuh sebuah pengakuan diri. Proses yang berpijak pada egoisitas kita, tapi mampu memagnetisasi daerah sekitar sehingga munculah garis gaya pikir karena hipnotisasi ide.
Proses awalan saat menangkap ide dalam simcard otak, itu juga sudah melewati egoisitas yang hanya memakai kacamata sendiri. Pasti sang penulis akan mencri tahu sejuta hal yg berhubungan dengan alm bawah sadar yg berhubungan dengan ideny. Nah saat itu mulai menanjak porsi egoisitasnya....
Tapi sungguh tetaplah pertahankan egoisitas itu...karena dengan egois proses menulis itu dapat terselesaikan :D...entah stigma positif ato negatif akhir dari garis gaya pikir pembaca akan ending karya kita.Sekali lagi iman tersier setelah hati, ilmu dalam proses menulis menurt sy yg ketiga adalah egois(terserah antum menafsirkanya)
Rabu, 11 Maret 2009
bukan salah kita ataupun beliau
begitu sakit dibohongi...seorang mahasiswa s3 jelang profesor
benarkah?...bukan..bukan sepenuhnya salah beliau...tapi..andai beliau...
tahukah rasanya berada dibawah konspirasi pertarungan
tahukah rasanya berlindung dibawah selembar kertas disertasi
tahukah rasanya menggadaikan hakikat tuk mencipta sejarah penuh tipu
tahukah rasanya kerja dilab...tanpa jati diri seorang peneleti
ahh bapak ...tak ada sediktpun celah dzon dalam hati ini untuk mu..
semoga Allah membimbing kita...memang layak untuk menjadi seorang wisudawan..entah s1 atopun s3
benarkah?...bukan..bukan sepenuhnya salah beliau...tapi..andai beliau...
tahukah rasanya berada dibawah konspirasi pertarungan
tahukah rasanya berlindung dibawah selembar kertas disertasi
tahukah rasanya menggadaikan hakikat tuk mencipta sejarah penuh tipu
tahukah rasanya kerja dilab...tanpa jati diri seorang peneleti
ahh bapak ...tak ada sediktpun celah dzon dalam hati ini untuk mu..
semoga Allah membimbing kita...memang layak untuk menjadi seorang wisudawan..entah s1 atopun s3
Langganan:
Postingan (Atom)